Senin, 09 Mei 2016

Beranda 79

Selamat pagi, gumamku. Pagi di beranda dengan kota dengan cuaca yang masih tetap gerah. Jauh berbeda dengan kotamu. sengajaku terjaga di dini hari ini dan menulis satu potongan kisah "Beranda"  ini. Setidaknya ini memberitahumu jika aku membaca apa yang kau pinta waktu ragu benar-benar tumbuh, saat dimana jarak benar-benar mengajariku bagaimana kukuh bertahan-setidaknya sampai tulisan ini terbaca olehmu.



Di meja bundar segelas kopi hangat bertarung dengan dinginnya pagi. Uapnya menari-nari seperti mengusir sepi. Di sebelahnya sekotak kue ungkapan ulang tahun dari seorang karib pun enggan terjamah.

seperti kosong.
seperti hilang.
aku.



# Y N W A
Ini hari pertama kau berada di luar kota, ada urusan keluarga yang sangat mendesak, katamu. Sebuah kecupan hangat membuatku rela dan bersedia mengantarmu meninggalkan beranda ini. Kopi dan kue belum kusentuh sedikitpun. Gundah masih merebah, membebaniku. Beranda terasa beda tanpamu, tanpa aroma gorengan yang selalu kau saji, tanpa sentuhan tangan & senandungmu yang-ajaibnya selalu-bisa meredakan penat, lelah dan keluhku.

Harus kuakui, di sini akulah yang lebih membutuhkanmu dan sampai detik kau membaca ini, keadaan & perasaan itu masih sama, aku yang sangat membutuhkanmu.


Mungkin terbaca norak, tapi itulah ungkapan hati lelaki kaku ini.


Terimakasih tlah dan kan selalu ada.


Di beranda ku kan selalu ada,

Di Beranda kuselalu menunggumu,
Pulang dengan  segaris senyuman
Pulang menyempurnakan impian.


#rumahira  


Sabtu, 17 Mei 2014

tanda

:: apa yang kita baca, sejatinya tanda, 
salah satunya
kata, 
membahasakan diammu, rasaku, 
baiknya itu menuju satu, laiknya itu sesungguh-kita- di aku & kamu.
#rumahira


*anggap saja ini caraku yang sama sekali jauh dari kata romantis, cenderung naif yang justru buatku masih di sini, di beranda ini...



Sabtu, 12 April 2014

Beranda #80


Di beranda, di meja bundar, kita bersila. Dua gelas teh hangat buatanmu cukup mengusir dingin yang sedari tadi menyelinap di balik jaket tipisku.

"Hujan, dia berkejar-kejaran dengan angin, riuh, gaduh!" katamu memecah hening kita. aku menatapmu, wajah putih pucat berlatar garis-garis hujan yang jatuh dari atap. sesaat aku menikmati itu hingga ketukanmu di meja kita menyadarkan.
"Puitis amat sih?" ujarku seraya menyeruput teh hangat, kukatakan itu tanpa menatapmu. tak ayal, serta-merta cubitan halusmu mendarat di pinggangku.
"Yee, siapa yang nularin?" belamu setengah mencibir, meski menyemukan sedikit merahmuda di wajah. Aku berdiri, melihat ke halaman yang mulai tergenang air hujan.
"Yuk!" ajakku,
"Kemana?" keningmu berkerut saat mengatakan itu,

"Kita peluk mereka" kataku pelan seraya menunjuk ke arah halaman. kau julurkan tangan dan aku menggapainya.

Sebentar saja, kita bertelanjang kaki dan basah, membiarkan rasa membaur dengan aroma tanah lumpur saat kita berpijak. aku paling menikmati ini, menatapmu diam-diam di saat kamu bahagia dengan cara sesederhana ini, cantik tanpa poles kosmetik, bening bercahaya dalam basah.


Ini kelanjutan dari perjalan senja, kala kita dijatuhi guguran mahoni & rinai-rinai gerimis.
sejak itu kita tahu, hujan adalah temali yang menghubungkanku padamu,
sejak itu, kata tahu, aku menulisimu,
sajak itu, tanpa jeda, kamu.

#rumahira

Selasa, 11 Februari 2014

Canggung (tentang sesuatu yang tersimpan)

 Untuk sesuatu yang pernah singgah, kamu tidak hilang, kamu terkenang baik di sini. Perjumpaan, kerap membuat kita bingung, tapi percaya padaku, itu canggung yang dewasa, yang menghargai perasaan, dengan batasan. #rumahira


Kamis, 30 Januari 2014

Beranda #81


 Di beranda, di kita yang kehilangan. Di kata yang berterbangan bersama kenangan. (Lagi) Kita sekali lagi belajar, tidak istimewa, tapi seperti biasa, seperti dewasa yang memang harus belajar, yang terus mengejar mimpi, juga mengeja tiap makna yang tersurat & tersirat.

Adalah pasangan kehilangan: Memiliki. Niscaya,  ada yang menunggumu. Selalu, ada yang diam-diam menggenggam namamu, erat, hangat-di jarak.

Nyalakan radarmu,

Percayakan padanya,

Hati.


#rumahira

quote: bukan seberapa besar yang mampu diberikan, tapi seberapa luas cinta yang disertakan-di dalamnya. karena perhatian, ketulusan, kesetiaan, itu ukurannya masih pakai hati, masih tetap hati...  









Senin, 20 Januari 2014

Tanya koma pada titik


Aku ingin mencintaimu dengan tanda tanya, tanpanya aku tidak bisa temui lembar-lembar kabarmu, keadaanmu.

Aku ingin mencintamu dengan tanda koma, tanpanya aku beku dalam rutinitas, sebab menemuimu, menandaskan rindu, meredakan ragu.

Dan Aku ingin mencintaimu dengan tanda titik, tanpanya aku tidak akan berhenti di sini, di sisi, di hati.


#justtwit





Terimakasih bijaksana, kita



#rumahira, menemukan rumah yang sepertimu itu seperti bertemu denganmu tanpa sengaja, ada canggung yang terlipat-lipat dan tergesa kusembunyikan, ada teduh yang lekat-lekat, dan sungguh sederhana, apa adanya... 

Kamu tahu? Menemukan rumah itu seperti ditemukan jodoh yang ditunda-tunda ketemunya, kalau tidak karena provokasi seorang temen, mungkin aku tetap akan jadi pemuja rahasia band itu, kalau aku tidak menemukan jiwamu di sana mungkin aku tidak akan bersama dengan mereka-yang menjuluki dirinya Sheila gank. Jika mereka sudah kenal lama, pasti mereka tahu betapa aku menggandrungi band dari Yogyakarta ini. tapi itu nggak penting, karena sekali lagi, "band, musik adalah konsumsi telinga, selebihnya bonus," lupa saya siapa yang pernah bilang gini. :).

Tepat sejak album ke-2 lahir, sejak itu, seterusnya aku mengikuti walau tak dekat, mengagumi walau tak terlihat dan mendengarkan walau mp3-ku isinya bajakan lagu-lagu #sheila0n7. (dulu masih jaman kaset pita, ada beberapa, sayangnya udah pada raib kaset-kaset itu, ini lagi nabung2 buat nyicil CD original #SO7 semoga tahun ini bisa diborong, amiiin : ).

Apapun, itu aku, itu keluargaku, Sheila Gank Sumut...

twiter di: @SG_Sumut.

 

Jalan terus,
Terimakasih bijaksana, kita.


AnharOn7

SUHU

gambar Nida ( 2 SD )

rahasia keseimbangan adalah kewajaran, 

wajar itu,

kosong.

 #iwanfals

Jumat, 17 Januari 2014

Rabu, 15 Januari 2014

1, 9, 11, 14, 16 Januari 2014


Sekedar Caring (catatan ringan) pembuka tahun,
 


1 januari, nggak kerasa genap 10 tahun jadi Kopites.

9 januari, nggak kerasa genap 4 tahun KOMA 

11 januari, nggak kerasa genap 2 buku yang ditulis.

14 januari, nggak kerasa genap 2 usaha digagas.


16 januari, nggak kerasa masih jomblo yaa...

 

feel free... :D.   #skip